Sebagian besar orang mendarat di Labuan Bajo, naik kapal ke Komodo, lalu pulang. Flores-nya sendiri, pulau sepanjang sekitar 360 km tidak pernah mereka lihat. Ini yang terlewat.
Peta mental singkat
Flores membentang dari barat ke timur. Labuan Bajo ada di ujung barat, Ende dan Maumere di timur. Terbang antarkota memakan waktu jauh lebih singkat daripada menempuh darat, tapi perjalanan darat justru yang membuka tempat-tempat di bawah ini.
1. Wae Rebo
Desa di atas awan dengan rumah adat Mbaru Niang yang diakui UNESCO. Untuk sampai, perlu trekking sekitar dua jam dari Denge. Menginap semalam mengubah pengalamannya sepenuhnya, datang pagi lalu turun lagi berarti kehilangan bagian terbaiknya.
2. Danau Kelimutu
Tiga danau kawah yang warnanya berganti seiring waktu. Waktu terbaik adalah subuh, sebelum kabut naik. Jalan menuju puncak perlu ditempuh dengan kendaraan, lalu naik tangga.
3. Bajawa
Kampung Bena dan Luba, rumah adat di lereng Gunung Inerie. Hampir tidak pernah masuk itinerary standar karena memang tidak ada di peta tur.
4. Riung 17 Pulau
Taman nasional bawah laut yang jarang disebut orang. Alternatif Komodo kalau ingin lebih sepi.
5. Ruteng
Kota sejuk, pintu masuk ke Wae Rebo, dan sawah berpola sarang laba-laba yang hanya ada di sini.
6. Pesisir selatan
Pantai yang tidak ada di brosur, ombak besar, akses susah. Untuk yang sudah pernah ke Flores dan ingin sesuatu yang lain.
Cara menyusunnya dalam 7–10 hari
Dua jalur:
- Barat ke timur: Labuan Bajo → Ruteng → Bajawa → Riung → Ende → Kelimutu.
- Timur ke barat: kebalikannya.
Jalur barat ke timur lebih masuk akal kalau baru pertama kali ke Flores. Jalur sebaliknya lebih cocok kalau tujuannya Kelimutu saat subuh.
Yang perlu disiapkan
- Jalan berkelok dan sempit di banyak ruas.
- Minim ATM di luar kota besar.
- Sinyal hilang di beberapa ruas.
- Isi bensin sebelum masuk ruas panjang.
Baca juga cara ke Wae Rebo dan halaman destinasi Flores.